Firman dan sebiji apel merupakan hasil tangkapan penulis dari sebuah cermin besar; kehidupan. Merekamnya satu per satu dari berbagai peristiwa, lalu menuliskannya. Demikian berulang-ulang. Selalu ada hal-hal sederhana untuk menghidupkan kepekaan pada sekeliling dan menumbuhkan rasa cinta pada puisi. Namun, ketika mengendapkannya, penulis menemukan kemewahan tak terbatas. Betapa tidak, kata-kata…