Untuk kita, yang terlalu malu walau sekadar menyapanya, terlanjur bersemu merah, dada berdegup lebih kencang, keringat dingin di jemari, bahkan sebelum sungguhan berpapasan. Untuk kita, yang merasa tidak cantik, tidak tampan, selalu merasa keliru mematut warna baju dan pilihan celana, jauh dari kemungkinan menggapai cita-cita perasaan. Untuk kita, yang hanya berani menulis
Namaku Seli, dan aku bisa mengeluarkan petir. Apa yang akan kalian dalam bahaya besar? Apakah menolongnya? Atau diam saja tidak bisa melakukan apapun ? aku tahu apa yang akan aku lakukan : berangkat bertarung membantunya. Kali ini kami bertualang ke Klan yang malam-malamnya adalah horor panjang. Kekuatan gelap menyelimuti separuh Klan, dan aku harus memecehkan misteri pesan yang dikirimkan lewa…
Penulis buku ini menggambar karakter kelinci bernama Seolto di lembaran kertas post-it berwarna kuning selama tujuh tahun. Di kertas-kertas itu ia mencurahkan isi hatinya selama menjalani hari-hari yang buruk. Orang-orang yang membacanya mulai bersimpati padanya karena merefleksikan diri mereka sendiri. Buku ini berisi kumpulan catatan penulis tersebut dan gambar yang melukiskan emosi-emosi umu…