Literarium Library

  • Beranda
  • FAQ
  • Bantuan
  • Profil
    Visi Misi Tata Tertib Struktur Organisasi Informasi Perpustakaan Pustakawan
  • Layanan
    Layanan Baca di Tempat Layanan Sirkulasi Layanan Referensi Layanan Penelusuran Informasi Layanan Bimbingan Literasi Informasi Layanan Penyediaan Dokumen Layanan Silang Layan Layanan Ekstensi Buku Tamu Perpustakaan
  • SOP (Standar Operasional Prosedur)
    SOP Pendaftaran Anggota SOP Kunjungan Perpustakaan SOP Penelusuran Koleksi Perpustakaan SOP Peminjaman Koleksi Perpustakaan SOP Pengembalian Koleksi Perpustakaan SOP Perpanjangan Peminjaman Koleksi SOP Pengadaan Bahan Pustaka SOP Pengolahan Bahan Pustaka SOP Bebas Pustaka
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of CENTHINI 3 : Malam Ketika Hujan
Penanda Bagikan

Fiksi

CENTHINI 3 : Malam Ketika Hujan

Gangsar R. Hayuaji - Nama Orang;

“Ketahuilah, Kisanak! Membatik sesungguhnya tidak berbeda dengan melakukan saresmi . Tidak cukup diajarkan dengan kata-kata. Tapi, melalui perbuatan nyata yang dilandasi rasa dari lubuk hati paling dalam. Hingga terjadinya perkawinan sempurna antara kain mori dan canthing yang berisikan cairan lilin. Karenanya pejamkan kedua mata Kisanak. Mori putih akan segera aku bentang.”nn***nnNovel yang sangat seru ini mengupas sepenuhnya petualangan tokoh Cebolang yang ditemani Palakarti, Kartipala, Saloka, dan Nurwiti. Dan, bila dibandingkan dengan pengembaraan Syekh Amongraga yang cenderung filosofis, petualangan Cebolang niscaya jauh lebih heboh karena membawa kita pada pengetahuan yang sangat luas, tidak hanya persoalan filosofis, bahkan juga masalah seksualitas dan keduniawian. Dua hal tabu, namun realitasnya tumbuh subur di negeri kita! engan teknik alur mundur, Cebolang yang telah menemukan jodohnya dengan Niken Rancangkapti, adik Syekh Amongraga, terseret arus kenangan lamanya, saat ia mulai bertualang dari Padepokan Sokayasa, di kaki Gunung Bisma dan berakhir di Goa Sigala. Tempat demi tempat pun ia singgahi. Dari segudang pengembaraan itulah, kita diajak mengikuti kisah-kisah unik, mencengangkan, kadang merangsang, namun sarat renungan yang sangat berharga. Sungguh sebuah novel yang begitu eksotik, layak Anda baca!nnnn“Daratan sudah tampak di depan mata, Sayang. Bukakan lebar-lebar lubang bumimu! Akan aku tuang air Cupu Manik Astagina dari pusar langit. Sebagaimana hujan yang tumpah tiba-tiba di luar.”


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi Belum memasukkan lokasi
B01625
Tersedia
#
Belum memasukkan lokasi Belum memasukkan lokasi
F00091
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
813 GAN c
Penerbit
Jogjakarta : Diva Press., 2011
Deskripsi Fisik
437 Hal.; 14 x 20 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-978-599-9.
Klasifikasi
813
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cet. 1
Subjek
novel
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Literarium Library
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Selamat Datang di Perpustakaan Kami

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek


© 2026 — Senayan Developer Community

Template by perpusonline.id
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?