Literarium Library

  • Beranda
  • FAQ
  • Bantuan
  • Profil
    Visi Misi Tata Tertib Struktur Organisasi Informasi Perpustakaan Pustakawan
  • Layanan
    Layanan Baca di Tempat Layanan Sirkulasi Layanan Referensi Layanan Penelusuran Informasi Layanan Bimbingan Literasi Informasi Layanan Penyediaan Dokumen Layanan Silang Layan Layanan Ekstensi Buku Tamu Perpustakaan
  • SOP (Standar Operasional Prosedur)
    SOP Pendaftaran Anggota SOP Kunjungan Perpustakaan SOP Penelusuran Koleksi Perpustakaan SOP Peminjaman Koleksi Perpustakaan SOP Pengembalian Koleksi Perpustakaan SOP Perpanjangan Peminjaman Koleksi SOP Pengadaan Bahan Pustaka SOP Pengolahan Bahan Pustaka SOP Bebas Pustaka
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Gerakan sosial di tanah bugis : Raja Tanete Lapatau menentang Belanda
Penanda Bagikan

Text

Gerakan sosial di tanah bugis : Raja Tanete Lapatau menentang Belanda

A. Rasyid Asba - Nama Orang;

Lapatau adalah sosok Raja Tanete yang tidak mengenal kompromi dengan penjajah. Baginya, tidak ada tempat bagi kolonialisme untuk bercokol di negerinya. Karena itu, Lapatau termasuk raja yang paling diincar dan diwaspadai oleh Pemerintah kolonial. Setiap langkahnya merupakan ancaman bagi kekuasaan kolonial. Kebebasan dan kemerdekaan (otonomi) Kerajaan Tanete adalah visi utama langkah politiknya. Riwayat perjuangannya merupakan salah satu kisah yang "unik" dan "menarik" dalam sejarah perlawanan rakyat di Indonesia pada abad ke-19. Peran politiknya dalam bentuk gerakan perlawanan terhadap kehadiran kolonial di Tanete, dan Tanah Bugis pada umumnya, mencerminkan sifat-sifat kepahlawanan, yang patut diajukan dalam konteks nasional. Sikap politiknya untuk tidak bekerjasama dengan penguasa kolonial demi menjaga supremasi politik kerajaannya merupakan suatu pilihan sulit di masa itu, ketika hampir semua kerajaan-kerajaan di Sulawesi Selatan telah terbuai dalam "politik manis" Pemerintah kolonial. Sikap ini tidak terlepas dari pantulan kulturalnya sebagai orang Bugis, yang mengenal adanya prinsip lebih baik mati berdarah daripada hidup di dalam penderitaan.


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi Belum memasukkan lokasi
B01423
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
959.847 RAS g
Penerbit
Yogyakarta : Ombak., 2010
Deskripsi Fisik
VIII+193 hal.;14,5x21 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
602-8335-53-3.
Klasifikasi
959.847
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Sejarah
Bugis (Sulawesi Selatan)
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Literarium Library
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Selamat Datang di Perpustakaan Kami

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek


© 2026 — Senayan Developer Community

Template by perpusonline.id
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?